4G LTE adalah teknologi jaringan internet super
cepat generasi ke-empat berbasis Internet Protocol (IP) yang membuat proses
transfer data jadi lebih cepat dan stabil. Mari mengenal 4G LTE lebih dekat.
4G adalah sebuah singkatan
dari : Fourth Generation Technology. Sistem 4G dapat menyediakan solusi IP yang
komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada
pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi
sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat beberapa
pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP
terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat
dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik
dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan
menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G
akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk
berinteraksi internet telephonyyang berbasis Session Initiation Protocol (SIP).
Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat
digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan
tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth
dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice
dan data aplikasi SIP-enabled.
Biografi Khoirul Anwar Sang Penemu 4G
Prof. Dr. Khoirul Anwar adalah orang yang
menemukan dan sekaligus pemilik paten
teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).
Khoirul Anwar yang pernah masuk acara Kick Andy ini adalah alumni Teknik
Elektro ITB dengan cumlaude di tahun 2000, kemudian melanjutkan pendidikan di
Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di
tahun 2005 serta doktor di tahun 2008. Khoirul Anwar juga penerima IEEE Best Student Paper Award
of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS)tahun 2006, di
California.
Khoirul Anwar lahir pada tanggal 22 Agustus 1978 di
Kediri, Jawa Barat. Putra dari pasangan (Almarhum) Sudjianto dan Siti Patmi
ini, masa kecilnya terbilang jauh dari teknologi. Ia lebih akrab dengan
lingkungan petani di pedesaan. Bahkan, sejak kecil ia terbiasa hidup dalam
kemiskinan. Kedua orangtuanya tidak lulus SD. Ayahnya meninggal karena sakit
ketika ia baru lulus SD pada tahun 1990. Oleh karena itu, Khoirul hanya dapat
mengandalkan ibunya yang menjadi petani di Kediri. Ibunya terus berupaya
keras untuk menyekolahkannya. Upaya keras ibunya tersebut tidak disia-siakan
oleh Khoirul. Pada akhirnya, usaha Khoirul dalam meraih prestasi membuatnya
dapat melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB) jurursan Teknik
Elektro setelah lulus dari SMA 2 Kediri. Dia selalu mendapat beasiswa selama 4
tahun berturut-turut. Hasilnya, pada tahun 2000, ia lulus dengan prediakat cum claude. http://makha3237.nomor1.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar